Saturday, 27 September 2014

JANGAN BERHARAP KEPADA MAKHLUK

Bismillah,
Semakin kita sering menganggap diri penuh jasa dan penuh kebaikan pada orang lain, apalagi menginginkan orang lain tahu akan jasa dan kebaikan diri kita, lalu berharap agar orang lain menghargai, memuji, dan membalasnya maka semua ini berarti kita sedang membangun penjara untuk diri sendiri dan sedang mempersiapkan diri mengarungi samudera kekecewaan dan sakit hati.
Ketahuilah bahwa semakin banyak kita berharap sesuatu dari selain Allah SWT, maka semakin banyak kita akan mengalami kekecewaan. Karena, tiada sesuatu apapun yang dapat terjadi tanpa ijin Allah. Sesudah mati-matian berharap dihargai makhluk dan Allah tidak menggerakkan orang untuk menghargai, maka hati ini akan terluka dan terkecewakan karena kita terlalu banyak berharap kepada makhluk. Belum lagi kerugian di akhirat karena amal yang dilakukan berarti tidak tulus dan tidak ikhlas, yaitu beramal bukan karena Allah.
Selayaknya kita menyadari bahwa yang namanya jasa atau kebaikan kita terhadap orang lain,sesungguhnya bukanlah kita berjasa melainkan Allah-lah yang berbuat, dan kita dipilih menjadi jalan kebaikan Allah itu berwujud. Sesungguhnya terpilih menjadi jalan saja sudah lebih dari cukup karena andaikata Allah menghendaki kebaikan itu terwujud melalui orang lain maka kita tidak akan mendapat ganjarannya.
Karena itu, ketika ada seseorang yang sakit, lalu sembuh berkat usaha seorang dokter. Maka, seberulnya bukan dokter yang menyembuhkan pasien tersebut, melainkan Allah-lah yang menyembuhkan, dan sang dokter dipilih menjadi jalan. Seharusnya dokter sangat berterima kasih kepada sang pasien karena selain telah menjadi ladang pahala untuk mengamalkan ilmunya, juga telah menjadi jalan rizki dari Allah baginya. Namun, andaikata sang dokter menjadi merasa hebat karena jasanya, serta sangat menuntut penghormatan dan balas jasa yang berlebihan maka selain memperlihatkan kebodohan dan kekurangan imannya juga semakin tampak rendah mutu kepribadiannya (seperti yang kita maklumi orang yang tulus dan rendah hati selalu bernilai tinggi dan penuh pesona). Selain itu, di akhirat nanti niscaya akan termasuk orang yang merugi karena tidak beroleh pahala ganjaran.
Selain itu, tidak selayaknya seorang ibu menceritakan jasanya mulai dari mengandung, melahirkan, mendidik, membiayai, dan lain-lain semata-mata untuk membuat sang anak merasa berhutang budi. Apalagi jika dilakukan secara emosional dan proporsional kepada anak-anaknya, karena hal tersebut tidak menolong mengangkat wibawa sang ibu bahkan bisa jadi yang terjadi adalah sebaliknya. Karena sesungguhnya sang anak sama sekali tidak memesan untuk dilahirkan oleh ibu, juga semua yang ibunya lakukan itu adalah sudah menjadi kewajiban seorang ibu.
Percayalah bahwa kemuliaan dan kehormatan serta kewibawaan seorang ibu/bapak justru akan bersinar-sinar seiring dengan ketulusan ibu menjalani tugas ini dengan baik, Insya Allah. Allah-lah yang akan menghujamkan rasa cinta di hati anak-anak dan menuntunnya untuk sanggup berbalas budi.
Seorang guru juga harus bisa menahan diri dari ujub dan merasa berjasa kepada murid-muridnya. Karena memang kewajiban guru untuk mengajar dengan baik dan tulus. Dan memang itulah rizki bagi seseorang yang ditakdirkan menjadi guru. Karena setiap kebaikan yang dilakukan muridnya berkah dari tuntunan sang guru akan menjadi ganjaran tiada terputus dan dapat menjadi bekal penting untuk akhirat. Kita boleh bercerita tentang suka duka dan keutamaan mengajar dengan niat bersyukur bukan ujub dan takabur.
Perlu lebih hati-hati menjaga lintasan hati dan lebih menahan diri andaikata ada salah seorang murid kita yang sukses, jadi orang besar. Biasanya akan sangat gatal untuk mengumumkan kepada siapapun tentang jasanya sebagai gurunya plus kadang dengan bumbu penyedap cerita yang kalau tidak pada tempatnya akan menggelincirkan diri dalam riya dan dosa.
Andaikata ada sebuah mobil yang mogok lalu kita membantu mendorongnya sehingga mesinnya hidup dan bisa jalan dengan baik. Namun ternyata sang supir sama sekali tidak berterima kasih. Jangankan membalas jasa, bahkan menengok ke arah kita pun tidak sama sekali.. andaikata kita merasa kecewa dan dirugikan lalu dilanjutkan dengan acara menggerutu, menyumpahi, lalu menyesali diri plus memaki sang supir. Maka lengkaplah kerugiannya lahir maupun batin. Dan tentu saja amal pun jadi tidak berpahala dalam pandangan Allah karena tidak ikhlas, yaitu hanya berharap balasan dari makhluk.
Seharusnya yang kita yakini sebagai rizki dan keberuntungan kita adalah takdir diri ini diijinkan Allah bisa mendorong mobil. Silahkan bayangkan andaikata ada mobil yang mogok dan kita tidak mengetahuinya atau kita sedang sakit tidak berdaya, niscaya kita tidak mendapat kesempatan beramal dengan mendorong mobil. Atau diri ini sedang sehat perkasa tapi mobil tidak ada yang mogok, lalu kita akan mendorong apa?
Takdir mendorong mobil adalah investasi besar, yakni kalau dilaksanakan penuh dengan ketulusan niscaya Allah yang Maha Melihat akan membalasnya dengan balasan yang mengesankan. Bukankah kita tidak tahu kapan kita akan mendapatkan kesulitan di perjalanan, maka takdir beramal adalah investasi.
Mari kita bersungguh-sungguh untuk terus berbuat amal kebajikan sebanyak mungkin dan sesegera mungkin. Setelah itu mari kita lupakan seakan kita tidak pernah melakukannya, cukuplah Allah yang Maha Melihat saja yang mengetahuinya. Allah SWT pasti menyaksikannya dengan sempurna dan membalasnya dengan balasan yang sangat tepat baik waktu, bentuk, ataupun momentumnya. Salah satu ciri orang yang ikhlas menurut Imam Ali adalah senang menyembunyikan amalannya bagai menyembunyikan aib-aibnya.
Selamat berbahagia bagi siapapun yang paling gemar beramal dan paling cepat melupakan jasa dan kebaikan dirinya, percayalah hidup ini akan jauh lebih nikmat, lebih ringan, dan lebih indah. Insya Allah.***
Sumber : Manajemen Qolbu - Aa Gym

Friday, 11 October 2013

Wednesday, 5 June 2013

KENDALIKAN SIHIR GAK MAU MENIKAH


Seorang pendengki datang kepada tukang sihir jahat lalu meminta darinya untuk mengerjakan sihir kepada anak perempuan si Fulan agar tidak menikah. Kemudian tukang sihir meminta nama gadis yang dimaksud, nama ibunya dan salah satu benda bekas pakainya. Lalu tukang sihir mengerjakan sihir dengan menugaskan satu atau beberapa jin agar menempel gadis tersebut hingga dapat masuk kepadanya ketika gadis tersebut sedang dalam salah satu dari empat keadaan yang memungkinkan untuk masuk kepada seseorang, sebagaimana telah kami jelaskan yaitu :
1. Sangat takut.
2. Sangat marah.
3. Sangat lalai, dan
4. Gejolak nafsu syahwat.

Kemudian jin tersebut berada dalam dua keadaan :
1. Masuk ke dalam wanita tersebut lalu menjadikannya merasa benci kepada setiap calon suami yang mengajukan lamaran kepadanya dan ditolaknya.
2. Atau jin tersebut tidak bisa masuk lalu mengerjakan sihir "menipu penglihatan" dari luar terbayangkan oleh orang lelaki bahwa wanita tersebut berwajah buruk kemudian selalu membisikkan hal ini kepadanya disamping juga dilakukan kepada wanita tersebut.

Kemudian setiap lelaki yang telah mengajukan lamarannya kepada wanita tersebut tidak mau menerimanya sekalipun pada awalnya telah menyetujui, karena setelah beberapa hari lelaki tersebut mengembalikan lamaran, akibat bisikan syetan kepadanya.

Dalam keadaan-keadaan sihir berat, Anda dapati orang lelaki yang mengajukan lamaran kepada wanita tersebut, semenjak masuk pintu rumah wanita itu, dia merasa sumpek dan pesimis seolah-olah dia berada di dalam penjara sehingga tidak mau kembali lagi.

Selama masa tersebut jin menimbulkan pusing terus menerus pada wanita tersebut.

Gejala Sihir Ini :
1. Pusing dari waktu ke waktu, tidak berhenti sekalipun diberi obat dokter.
2. Sesak berat di dada terutama setelah ashar hingga pertengahan malam.
3. Melihat pelamar berwajah buruk.
4. Banyak berfikir (pikiran melayang).
5. Banyak gelisah waktu tidur.
6. Kadang-kadang selalu ada rasa sakit di perut.
7. Rasa sakit di tulang punggung bagian bawah.

Pengobatan Sihir Menghalangi Pernikahan
1. Bacakanlah ruqyah kepadanya, jika kesurupan dan jin yang ada di jasadnya berbicara maka hadapilah sebagaimana telah disebutkan pada penjelasan tentang menanggulangi sihir sebelumnya.
2. Jika tidak kesurupan dan merasakan perubahan di jasadnya maka berilah dia beberapa amalan berikut :

a. Selalu menjaga shalat tepat pada waktunya.
b. Tidak mendengarkan lagu dan musik.
c. Wudlu' dan membaca ayat Al-Kursi sebelum tidur.
d. Menghimpun dua telapak tangan dan membaca surat Al-Ikhlash, surat Al-Falaq, surat An-Naas kemudian meniupkannya dan mengusapkan ke badan 3 kali, sebelum tidur.
e. Merekam ayat Al-Kursi berulang-ulang selama satu jam dan didengarkan sekali setiap hari.
f. Merekam surat Al-Ikhlas, surat Al-Falaq dan surat An-Naas berulang-ulang selama satu jam dan dengarkan sekali setiap hari.
g. Bacakan untuknya ruqyah ke dalam air kemudian diminum dan dipakai untuk mandi setiap 3 hari sekali.
h. Setelah shalat shubuh membaca 100 kali :
"Laa ilaaha illallah wahdahu laa syariikalah, lahulmulku wa lahulhamdu, wahuwa 'ala kulli syai'in qadiir".

Amalan-amalan ini dilakukan selama satu bulan penuh dan setelah sebulan maka akan terjadi diantara dua hal insya Allah :
1. Sudah hilang gejala-gejalanya dan sudah sembuh dari sihir, alhamdulillah.
2. Atau rasa sakitnya bertambah dan gejalanya juga bertambah. Jika ini yang terjadi maka bacakanlah ruqyah kepadanya maka dia akan kesurupan, insya Allah, dan lalu hadapilah sebagaimana telah dijelaskan pada pembahasan penanggulangan sihir yang terdahulu.


Sumber : Buku Sihir dan Cara Pengobatannya Secara Islami halaman 122-124